Memang tidak ada kemudahan dalam memberikan pengertian. Dan kita pastinya sadar bahwa menuntut jauh lebih mudah dibanding memahami.
tapi bukannya semua orang sama-sama punya masalah? bukannya semua orang punya kesedihannya masing-masing? lalu apa yang membuat masalah-masalah kita istimewa sehingga kita meminta pengertian atasnya dibanding masalah orang lain?
kali berikutnya kita menuntut untuk dimengerti, cobalah kita amati apakah masalah kita lebih pelik dibanding masalah mereka. lalu tanyakan diri sendiri, pantaskah kita mengeluh?
Sunday, August 4, 2013
Friday, August 2, 2013
khayalan yang ini
Khayalan yang
kali ini menyangka aku memiliki kemampuan untuk menatap tembus langit-langit kamar
yang rasanya makin tinggi setelah satu bulan yang kulihat langit-langit yang
lain (yang memang lebih rendah). tatapanku begitu kuat untuk bisa tembus
langit-langit menuju langit mengitari konstelasi bintang-bintang bersapa dengan callisto dan cassiopeia
mengerling manja pada vela dan orion terbentur jupiter dan sesuai inginku jatuh
sepelemparan dari halaman kebunmu. Kemudian hendak menyelinap masuk ke dipan
tidurmu untuk tahu apakah kamu berbagi rasa yang sama denganku sebelum akhirnya dengan
sengaja aku terpejam karena takut kalau kalau kamu tidak.
Sedapat-dapatnya
aku menghindari berbagi sunyi dengan tepian matras, aku enggan melagukan syair
untuk orang yang sedang bernyanyi lagu lain.
2.55
3 Agustus 2013
Thursday, August 1, 2013
Kerja Praktek Final Report
Now when i want to see malang i have to turn
around and look at my back. As to see any kind of your past.
Sembari kereta
melaju terus ke arah barat, jarak antara saya dan kota malang terus nambah. Pantat
saya juga makin demot. Dibikinin pop mie ga dimakan. Yaudahlah terserah aja.
rewel. capek ngurusnya.
Iya, sekarang
kalo mau liat malang harus puter badan. Ada usahanya. Ceritanya genap satu
bulan kerja praktek disana sebelum akhirnya pulang, dan kalau mau dijelaskan
dengan bahasa yang klise, saya ga pernah bener bener akan pulang. Setidaknya saya
yang waktu itu berangkat tidak pernah bener bener pulang.
Subscribe to:
Posts (Atom)